“TAK ADA YANG ABADI”

waktu sma kelas 1 gue disuruh bikin novel kecil selama liburan, dan karna waktu itu juga gue termasuk golongan ABABIL ( ABG labil ) mangkanya gue tulis aja ini novel. sebenernya sih ini sanduran dari novel di internet. ( maaf ya bu, aku berbohong kalo ini karya saya) hahahaha tapi lumayanlah dapet nilai 80. dilihat ya kawan !!!!

“Kupersembahkan karya ini untuk keluargaku

dan orang – orang yang selalu menerimaku apadanya”

 

TAK ADA YANG ABADI

Akhir tahun adalah waktu yang tak kan pernah dilupakan Reni, ya sebut saja Reni. Seorang remaja tiada hari tanpa keceriaan. Kebahagiaan, senyuman serta canda selalu mengisi kesehariannya. Berkumpul dengan teman – teman adalah hal menyenangkan dan jelas tidak membosankan. Pastinya bersama teman mengasyikkan. Bersenda gurau, yang tidak ketinggalan dalam setiap topik pembicaraan tidak lain tidak bukan ya cowok. Reni awalnya seorang cewek yang tomboy, lugu, dan pastinya bisa ditebak kalau Reni tidak  pernah yang namanya jatuh cinta.Cinta itu bagi Reni suatu hal yang mengerikan. ”Lucu ya?” Cinta bagi Reni seorang Reni menakutkan, takut kalau pacaran, apalagi ketahuan orang tua. ”Bisa gimana gitu?” Padahal orang tua Reni tidak pernah melarang. Sungguh Reni, Reni yang aneh; Tapi tetap saja Reni adalah Reni seperti Gadis – Gadis lainnya yang pernah dengan seseorang. Sampai Reni sendiri merasa ada yang berubah dari dirinya. Reni lebih percaya diri dari sebelumnya. Itu semua karena peran temannya yang bisa membuat Reni untuk mau menunjukkan kelebihannya.

**********

Hari minggu, teman – teman Reni berkunjung kerumahnya, jika ada hari libur ya ngumpul meskipun tidak semua teman – temannya bisa berkumpul bersamaan, maklum saja orang penting jadi sibuk terus. Yang kerumahnya itu adalah dua orang sahabat Reni yang berbeda karakter, ya sebut saja Bulan dan Nuri, mereka adalah teman sekelas Reni saat duduk dikelas satu SMP. Entah kenapa waktu itu Reni ingin menceritakan kebahagiaannya.“Lan, Ri ada yang ingin gw ceritain neh !!” , “Apaan??Jangan – jangan loe lagi falling in love ya???”Desak mereka pada Reni.“Apaan seh loe berdua, belum gw cerita udah sok tau gitu.”Ujarku. “Jadi apaan?? Cerita dong, kita siap kok jadi pendengar setia”,Kata nuri. “Ya secara kita pendengar setia radio’………..’(Ups disensor karena bukan sponsor heee!!!)FM.”Sambung Bulan.“Anu…….Itu…..” Ucap Reni ragu. “Anunya siapa???Duh ternyata dirimu Reni, tidak pernah ku sangka hobinya mengadakan penelitian juga ya???”Canda Bulan“Apa???Yang benar Reni aja loe lan.”Menatap curiga“Aduh kalian ini, positive thinking dong???”Bantah Reni“Abis loe tu Ren, ngomongnya anu, anu jadi ya kirain apaan gitu??”Jelas Bulan. “loe itu pada gak sabaranya, gw belum ngomong apa – apa, kalian udah pada heboh apalagi kalau udah tahu cerita gw”. “Ceritain deh Ren!!!” Desak Nuri. “Gini, gw lagi naksir someone ”, Ujar Reni malu – malu. “Terus apa bedanya ama yang kita bilang tadi???Sama aja kan. By the way siapa yang loe taksir?” Tanya Bulan. “Kakak kelas kita, anak 3 A, kalau  gak salah namanya Nanda, Abis dia guanteng banget seh! “,Cerita Reni. “Anaknya yang mana Ren, besok tunjukin ya orangnya???”Nuri. “Kalau gitu sama dong sama gw!!!”, Potong Bulan. “Maksud loe apaan Lan??” tanya Nuri langsung dipotong Reni. ”Jangan bilang kalau loe lagi naksir someone juga, Lan??”.“Memangnya kenapa kalau iya kenapa ?” Goda Bulan. “Apa Lan? Bukanya loe udah punya pacar, mau dikemanain pacar loe itu, kalau ketauan gimana?” Sambung Nuri. “Duh Ri, loe tu nyerocos aja, biarin si  Bulan cerita dulu napa, baru deh entar loe komentar”Jelas Reni. “Iya…….Ya………..”Nuri dengan wajah kesal. “loe berdua dengar ya baik – baik, gw lagi naksir sama kakak kelas juga. Dia anak 3C, orangnya manis deh!!!Tapi sayang gw gak tahu siapa namanya and pastinya gw belum kenalan sama dia”Cerita Bulan. Dengan nada yang lembut Nuri langsung berujar ”Sekarang gw boleh gak komentar dikit ?”Sambil memandang kearah Reni dengan maksud agar dia tidak dimarahi Reni lagi. “Ya, emangnya loe mau coment apaan seh?” Sambung Reni. “Sebenarnya bukan komentar seh. Tapi pengen cerita juga!! emangnya kalian doank yang naksir sama anak sekolahan kita, gw juga!”. Nuri memulai cerita “Gini kalian jangan bersuara dulu ya! Biar gw mulai cerita. Ceritanya lumayan panjang seh tapi supaya gak memakan durasi yang lama jadi gw persingkat deh. Ok??”Celoteh Nuri. “Katanya mau mempersingkat durasi tapi cerita loe belom juga dimulai, masih panjang kata pengantarnya ya mbak??”Gurau Reni. “Ya deh!!Dengar ya………….Tapi jangan banyak komentar, loe berdua dengerin aja dulu!”Tegasnya.“Ya udah mulai aja deh ceritanya!!”Lanjut Bulan. “Gw lagi naksir adik kelas kita, gw suka sama dia karena dia ngingatin gw sama mantan gw dulu, my first love.”Ceritanya. “Apa adik kelas???Jadi ceritanya  bronis neh!”canda Reni. “Bronis?gw emang suka seh ma bronis tapi kayaknya topik kita kan bukan masalah kue Ren,”Jelas Nuri. “Haaa…….aa…….Duh Nuri siapa lagi yang ngebahas masalah kue??Maksud gw itu Berondong Manis gitu loh!!!Lola deh loe neh!” Jawab Reni tersenyum. “Ooo……Gitu ya, kirain kue bronis!Terus Lola siapa? Teman gw kayaknya gak ada yang namanya Lola, anak sekolahan kita juga ya? Pasti anak baru pindahan. Emangnya loe udah kenalan ma si Lola itu Ren?” Tanya Nuri. ”Stop Nuri!!!loe ini pinter – pinter tapi gak nyambung, maksud gw itu Lola adalah loading lama, udah jelas?” Potong Reni. “loe seh pakai singkat – singkatan so, mana gw tahu!!” Jawab Nuri kesel.  “Makanya gaul dikit dong!!!” Reni. “Udah – udah kita kembali kepembicaraan awal, kalau gitu kita harus mencari tahu tentang cowok – cowok yang kita sukai itu, supaya kita tidak penasaran, setuju??”Tanya Bulan. “Tunggu dulu Lan”Sambung Reni, “Loe kan udah punya cowok!Entar kalau ketahuan gimana?Bisa bahaya!!!”.  “Ya lan, entar cowok loe nyanyi lagunya Matta…Woo…….Ow kamu ketahuan pacaran lagi……..”(Nuri mulai nyanyi). “Udah Ri, konsernya cukup!Jangan diterusin lagi nyanyinya. Entar malah datang orang se-RT demo dirumah gw lagi lantaran denger suara loe itu” Canda Reni. “loe berdua ini becanda terus, tapi loe semua tenang aja, selama diantara kita gak ada yang ngadu sama dia, semuanya pasti baik – baik aja. Abiez gw udah bosen ama tu cowok!” Cerita Bulan.

**********

Senin, dipagi seperti biasanya kegiatan upacara tidak pernah dilupakan. ”Duh bosen nich !” Itulah kalimat  yang setiap minggu pertama awal sekolah yang sering diucapkan murid – murid disekolahan itu. Tidak munafik kadang hal itu memang menjenuhkan, apalagi terik matahari dengan bahagianya menatap kami saat proses kegiatan upacara hari senin berlangsung.Terkadang ada sebagian murid yang tidak sanggup untuk membalas tatapan sang dewa penerang jagad raya ini langsung terlunglai kaku tak berdaya dan jatuh begitu saja.Namun suasana dipagi itu dinikmati Reni, Dewi, Julie dengan ceria. Oh ya, Reni juga mempunyai teman dekat bernama Dewi dan Julie selain Bulan dan Nuri. Sebenarnya ada juga teman lainnya selain mereka. Karena mereka semua dekat dan selalu berkumpul bersama sejak kelas satu. Dan yang sekelas dengan Reni adalah Dewi dan Julie. Biasanya saat upacara berlangsung untuk menghindari kejenuhan, Reni, Dewi dan Julie cerita – cerita, pokoknya apa saja diceritakan dan karena kebetulan Reni mempunyai bahan untuk diceritakan, ya cerita yang Reni ceritakan sama Bulan dan Nuri. Kan kemarin mereka tidak ada saat Reni mengisahkan semuanya. Biasa lagi kasmaran jadi inginnya diceritakan, meskipun diulang terus menerus tapi bagi Reni tidak membosankan. Jatuh cinta memang sejuta rasanya. Malu jika berdekatan dengan dia padahal dia tidak mengenali Reni. Kata orang suka kege-eran sendiri. Ya namanya jatuh cinta saat bertemu dengan dia dan bisa melihat dia. Duh, rasanya bahagia sekali. Dunia ini rasanya ditumbuhi berjuta – juta bunga indah dan wangi yang sedang bermekaran.

**********

Hari kian hari telah berlalu, tapi rasa yang Reni rasakan tidak terbalas, sakit seh tapi Reni harus tetap tersenyum. Ternyata orang yang Reni taksir telah dimiliki oleh orang lain. Akhirnya Reni berhenti untuk berharap yang tak pasti dan yang tak mungkin Reni dapatkan. Tapi Reni tak lelah untuk mencari jawaban siapa orang yang Reni cintai sebenarnya. Akhirnya Reni dikenalkan dengan seorang cowok, kakak kelasnya, dia adalah teman Bulan. Awalnya Reni hanya sekedar iseng tapi ternyata seiring berjalannya waktu perkenalan itu, dia adalah Kasha panggilannya. Mulai semakin dekat dan entah kapan waktunya, saat itu dia mengungkap perasaannya. Memang aneh disaat Reni berhenti untuk berharap disaat itu dia menginginkan Reni menjadi kekasihnya. Reni memang kaku karena wajar Reni baru pertama kali mengalami hal demikian.Tapi yang lucunya saat dia menembak Reni.

**********

Malam itu, dikeramaian kota disela – sela berlangsungnya acara dipusat kota. Kasha menampakkan wajahnya dihadapan Reni. Jelas saja karena sebelumnya kami telah janjian untuk ketemuan tapi tanpa Reni pernah tahu maksudnya untuk bertemu ku ditempat itu. Malam tetap berlarut dan jejak – jejak kaki orang yang melewati ditempat itu semakin terdengar jelas. Dan saat itu seluruh orang dari berbagai penjuru kelihatan tidak ingin ketinggalan kesempatan untuk menikmati malam itu. Di dekat sebuah kolom kecil Reni dan Kasha duduk disana sambil melihat suasana disekeliling kami yang pada malam itu memang sangat ramai. Reni tak tahu harus bagaimana memulai pembicaraan, kaku..Ya kaku, entah kenapa semula mulut ini hendak berceloteh tapi dihadapan dia, semuanya menjadi beku. Dalam hatiku berkata ”Oh tuhan……….Apa yang harus gw lakuin?” Suasana yang ramai menjadi sunyi senyap seolah – olah hanya Reni dan Kasha saja yang ada ditempat itu. Dan akhirnya, Kasha ”Bagaimana dengan sekolahnya tadi??”Memulai pembicaraan. ”Duh, apa gak ada pertanyaan yang lain napa ?Kaku banget seh!”Kata ku dalam hati(Tapi tetap saja Reni harus menjawabnya). ”Baik – baik aja”, Jawab ku singkat. “Ramai banget ya malam ini?”Sambung Kasha. “Yaiyalah, namanya juga ada acara jadi ya ramelah” Jawab Reni dengan jutek. “Oh ya, ngomong – ngomong kakak (sebutan ku kepada Kasha) ngajak gw ketemuan disini sebenarnya ada keperluan apa sich?” tanya Reni to the point. “Sebenarnya ada yang mau kakak bilang, dari kemarin seh tapi gak jadi  dan sekarang mau kakak omongin karena kemarin itu kakak belom berani untuk ngomongnya,”Jelasnya. “Aduh……….sebenarnya kakak ini mau ngomong atau nerangin apaan seh? Kayak guru aja!” Gerutu Reni dalam hati. “Bilang aja kak! Sama gw aja pake perlu sungkan – sungkan” Jawab Reni gurau. “Kakak sebenarnya sayang and cinta sama Reni! So, would you to be my girl ?, kakak perlu jawabannya sekarang.” Ungkapnya. “Apa??Gimana ya kak???” Jawab Reni bingung ya jelas saja Reni bingung dan terkejut, pertanyaannya terkesan agak maksa. Masa dia hanya mengungkapkan dia cinta sama Reni? Garing banget deh! Berpikir dan terus Reni berpikir, karena Reni tak tahu harus menjawab apa. Apalagi ini pertama kali bagi, ada seseorang yang langsung mengatakan cintanya tanpa ada kata – kata lain.”Oh…Tuhan kenapa dia nembak gw ditempat kayak gini? Malah rame banget lagi, bikin otak gw buntu aja”degup jantung Reni heran. Tapi ahirnya Reni menjawab juga walaupun Reni tak pernah tahu apa jawabannya ini adalah benar – benar dari hatinya yang paling dalam atau apa karena desakan dan situasinya yang begitu ramai sehingga membuat hati dirinya tak bisa untuk berkata.“Jawab dong Ren??Kok malah diem” Desak Kasha. “Gimana ya kak?Tapi ya deh kak, gw mau jadi pacar loe” Jawab Reni ragu.“yang bener, serius loe, ren?”Tanya Kasha meyakinkan. “Ya……….. (Sambil menganggukkan kepala)”Reni. “makasih ya Ren,”Kasha.

**********

Larutnya malam mengharuskan Reni beranjak dari tempat itu dan kembali kerumah secepatnya. Didalam perjalanan pulang Reni tetap berpikir dan tak menyangka bahwa ia sekarang sudah punya pacar. Tapi kenapa Reni merasa tidak percaya dengan semua hal ini. Dikamar dan waktu sudah menunjukkan bahwa ini sudah tengah malam tapi entah mengapa Reni tak seperti biasanya, mata ini rasanya enggan untuk memejam. Apa karena ia terlalu bahagia,karena ia  telah menanggalkan status jomblonya selama ini atau ia menyesal?. Dan lagi – lagi Reni ragu dengan semua ini tapi yang jelas Reni harus mencoba untuk menjalani semua ini karena inilah yang telah Reni ambil meskipun Reni tak tahu apa ia mencintainya atau tidak.

**********

Malam itu telah berlalu, dan Kasha adalah pacarnya. Teman – teman Reni pun ikut bahagia mendengar hal itu tanpa mereka tahu bahwa hatinya saja masih bingung dan ragu. Ya sudahlah biarkan Reni saja yang menyimpan rasa ini. Mungkin saja Reni bisa benar – benar bahagia sama Kasha. Dan sepertinya Nuri bukan saja bahagia karena Reni, tapi karena dia juga sudah jadian sama adik kelas yang  ditaksirnya itu. Duh, Rasanya bahagia menjadi Nuri bisa bersama orang yang memang dia sukai. Bukan berarti Reni tidak menyukai Kasha, tapi masalah perasaan kayaknya dia bukan soulmate Reni yang sampai detik ini Reni cari. Menjalani hubungan dengan Kasha baginya membosankan, tidak pernah berkesan dihati  Reni. Entah apa yang terjadi pada diri Kasha. Kasha  begitu cuek dan tidak peduli dengan apa yang ada disekitar Reni serta apa yang Reni inginkan. Kasha tidak pernah ada disaat Reni membutuhkannya. Reni merasa punya cowok atau tidak sama saja. Reni juga tetap sendiri disaat Reni membutuhkan seseorang yang mengerti dirinya.

**********

Hingga masalah itu datang, Kasha memang tidak peduli lagi sama Reni, untuk menyelesaikan masalah pun tidak ada keinginan itu pada diri Kasha. Sekian lama Reni meminta agar dia bisa datang kerumahnya untuk menyelesaikan semuanya.Tapi dia tidak pernah muncul, sakit sekali rasanya. Reni bingung, hanya Dewi lah, teman paling dekat dan mengerti Reni menjadi tempat curahan hatinya. Entah kenapa walaupun Reni sakit hati dengan sikapnya Kasha tapi Reni tak begitu memepermasalahkannya, karena Reni masih tetap ceria seperti biasanya mungkin Reni memang belum bisa dengan tulus menyayangi Kasha karena banyak hal menjanggal dihati Reni dan yang paling membuat Reni tidak nyaman menjalani hubungan ini selain Kasha tidak peduli dengan Reni yaitu orang tua, orang tua Reni tidak suka Reni pacaran dengan Kasha, Reni tidak tahu alasannya kenapa tapi Reni yakin orang tuanya tahu kalau Reni tidak bahagia bersama Kasha.

**********

Saat Reni sudah menduduki bangku kelas tiga SMP. Disaat Reni merasa sendiri dan Kasha sudah tidak Reni pedulikan lagi, ”ya mau dia ngapain kek….. Terserah!!” Karena Reni sudah bosan dan benar – benar jenuh. Tanpa Reni sadari dan tanpa Reni pernah tahu maksudnya. Seorang pria yang memang sudah  ia kenal sejak SD dulu hadir mengisi hari – harinya, dia selalu ada untuk Reni. Akhirnya kedekatan itu terus berlanjut meskipun status Reni masih menjadi pacarnya Kasha tapi digantung. Ya sebut saja cowok yang bisa membuat Reni bahagia lagi itu adalah Evan. Dia teman satu sekolah juga tapi beda kelas. Dia teman Reni sejak dari SD. Kami sekelas selama Enam tahun. Jujur Reni memang dulu pernah menyukai Evan tapi karena dulu masih SD, takut namanya jatuh cinta. Dan entah kapan rasa itu datang Reni tak pernah tahu, ya Reni baru merasakan sesuatu yang beda dalam hatinya ini .Reni takut kehilangan Evan mungkin ini yang dinamakan cinta. Cinta yang membuat Reni bahagia sekali. Tapi deg – degan bila bertemu, pokoknya campur aduk rasanya. Reni mulai mulai menyayangi Evan. Reni merasakan kenyamanan saat bersama Evan yang tidak pernah ia rasakan saat bersama kasha. Reni tak mengerti kenapa itu bisa terjadi. Kadang Reni berpikir apa ini jawaban yang telah lama Reni nantikan dan terus mencarinya?.  Kebahagiaan itu membuat Reni melupakan sejenak masalah yang terjadi pada dirinya, yaitu masalahnya dengan Kasha. ”Apa Reni telah menduakan Kasha? dengan sikapnya yang seperti ini. Apa Reni salah mencari kebahagiaan Reni yang sebenarnya ?” Pertanyaan itu terus menghantui dirinya. Tapi Evan lah yang bisa mengerti Reni dan bisa membuatnya bahagia. Entah kenapa rasa sakit ini hilang begitu saja saat bersama Evan. Evan memang telah membuat Reni hidup. Reni menemukan jiwanya pada dirinya.

**********

Malam yang tak pernah Reni duga sebelumnya, dimalam yang indah Evan hadir menemani saat Reni membutuhkan seseorang yang bisa menjadi tempat segala gundah dihatinya, Reni bahagia pada saat itu tapi dia hadir dihadapan Reni dan Evan, ya siapa lagi kalau bukan Kasha. Yang sekian lama Reni harap kehadirannya kini hadir disaat harapan itu telah hilang. Reni sangat kaget bahkan Reni tak tahu harus bersikap ”bagaimana?” Malam itu bagi Reni seperti petir yang tiba – tiba menyambarnya. Diberanda rumahnya, saat Reni dan Evan sedang asyik nogbrol, Kasha ”Malam Ren…!”(Sapanya). “Eh kakak !” jawab Reni kaku. Tiba – tiba Evan langsung memotong pembicaraan”Oh ya Ren, gw pamit ya! Temen – temen gw dah pada nunggu, udah janjian tadi!”, alasan Evan. “Ya udah deh kalo gitu! titip salam aja ya buat temen –temen loe!” Jelas Reni. Sebenarnya itu adalah alasan Reni saja, padahal Reni sama sekali tidak kenal dan pernah tahu siapa teman yang dimaksud Evan. Ya maklum saja situasi Reni saat itu memang bagai buah simala kama, serba salah! Evan pun sudah pergi dan menghilang dihadapan mereka berdua. Disaat ini lah Reni tak tahu harus menjawab apa jika dia menanyakan tentang kehadiran Evan. ”Oh..Tuhan gw harus bagaimana??”. Dan Kasha pun mulai pembicaraan, yang malam itu yang tadinya indah kini menjadi begitu beku dan menegangkan bagi Reni. Kasha ”Siapa tadi?”, Tanyanya sinis. “Oo…Itu Evan, teman sekolah!”Jawab Reni singkat. “Teman sekolah ya ?”Balas Kasha. “Ya teman sekolah, tadi dia mau ketempet temennya tapi mampir sebentar kesini, ya biasalah cerita –cerita gitu!” Jelas Reni kaku tak tahu apa penjelasannya itu bisa diterima oleh Kasha, karena Reni sendiri ragu dengan jawabannya itu. Reni hanya ingin Kasha tidak menyalahkannya. Sungguh malam itu Reni tidak bisa berpikir dan berbicara. Diam dan hanya diam sejuta bahasa. Reni hanya mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari mulut Kasha. Dalam hatinya berkata bahwa Kasha sama sekali tidak ada rasa bersalahnya dengan apa yang telah dia perlakukan pada dirinya. Reni kecewa sekali. Apalagi dugaan awalnya  benar yaitu Kasha menyalahkan Reni dan mengatakan Reni yang tak bisa mengertinya. Saat itu posisi Reni memang disudutkan terus sehingga membuatnya jengkel dan hati ini yang awalnya bisa mencair kini telah membeku. Kasha  membawa orang tua Reni dalam masalah ini, malah Kasha sepertinya juga menyalahkan orang tua Reni. Betapa memuncaknya kemarahannya. Kasha berbicara seolah – olah dia lah yang paling benar. Baru Reni sadari ternyata watak aslinya seperti ini. Mau menang sendiri, akhirnya hubungan yang kian membeku ini berakhir dan selesai sampai malam itu juga. Tidak ada sedikit pun penyesalan dan kesedihan pada diriku. Reni sendiri juga heran kenapa Reni seperti ini. Bahkan Reni merasa lega dan bahagia, mungkin karena kehadiran Evan dalam hidupnya.

**********

Entahlah begitu aneh yang Reni rasakan.Kebahagiaan pun memunjak saat malam itu, malam minggu yang sangat membahagiakan. Malam itu Evan datang kerumahnya setelah seminggu Reni putus dari Kasha. Memang agak nekat, karena pada saat itu Reni kan baru saja putus. Ya ada rasa khawatir nanti malah dibilang Reni yang telah menduakan Kasha. Tapi memang benar, Reni mau melakukan itu karena Reni  mulai merasakan getaran cinta itu yang belum pernah Reni rasakan sebelumnya saat bersama Kasha. Mungkin memang ini yang dinamakan dengan cinta yang tak pernah ia mengerti. Cinta itu datang dengan sendirinya yang tak pernah Reni duga sebelumnya jika Reni akan seperti ini. Didekatnya Reni merasakan kenyamanan dan kebahagiaan yang ia impikan selama ini. Sehingga Reni takut jika mesti kehilangan Evan. Dimalam yang tak pernah Reni duga, Evan datang kerumahnya untuk mengatakan sesuatu yang Reni kira Evan begitu nekat. Evan datang untuk mengatakan segala perasaannya. Jujur Reni merasakan suatu perasaan yang sulit untuk Reni jelaskan tapi yang setahunya, Reni bahagia. Setelah peristiwa malam itu, Reni sadar bahwa Reni mempunyai perasaan yang beda terhadapnya, dan itu mungkin adalah cinta. Seminggu setelah dia menanti sebuah jawaban dari Reni akhirnya dia mendapatkan jawaban itu. Reni menerima Evan di hatinya. Kebahagiaan yang sulit untuk Reni jabarkan. Tidak pernah Reni merasakan perasaan yang seperti ini, hingga Reni tak mau untuk kehilangannya. Evan sudah sangat berarti dalam hidupnya. Evan adalah seseorang yang bisa saling berbagi. Dia bisa tahu apa yang sedang Reni rasakan. Apakah ini yang dinamakan soulmate? Bulan demi bulan mereka lalui hubungan ini tanpa ada penghalang dan rintangan yang berarti. Tidak pernah ada tangisan, Tapi entah kenapa perpisahan itu semakin hari semakin dekat.

**********

Evan akan pergi meninggalkan Reni ketempat yang jauh. Dan hari yang sangat Reni takutkan itu akhirnya tiba, sebelum dia pergi, malamnya merrka meluangkan waktu berdua sebagai malam terakhir. Malam yang sangat menyedihkan bagi Reni, malam yang penuh hujan air mata. Sang kekasih pujaan hatinya akan pergi dan entah kapan dia akan kembali. Dan pagi minggu adalah hari terakhir Evan menatap Reni. Dan setelah itu Evan tidak pernah terlihat olenya. ”Oh…Tuhan kenapa begitu sakit yang kurasakan?”, Namun inilah yang harus Reni jalani tanpa kehadiran Evan disampingnya lagi. Semuanya berakhir dengan kesedihan yang tak pernah Reni tahu sampai kapan akan berakhir atau apa Reni kan menemukan kebahagiaan itu lagi tapi mungkin bukan bersama Evan. Karena Reni tahu menjalani hubungan jarak jauh ini adalah hal yang terberat. Apa lagi kami harus menjalani kehidupan mereka masing – masing yang masih panjang. Tapi satu hal yang selalu Reni ingat kata – katanya bahwa, “ Jika takdir yang memisahkan kita, takdir itu pula lah yang mempertemukan dan menyatukan kita kembali. Yakin lah itu karena hanya keyakinan lah yang harus kita tanam”. Reni hanya bisa berharap tapi yang menentukan semuanya adalah yang Maha Kuasa. Sesuatu yang bisa ia ambil dari kisah ini adalah bahwa tidak ada di dunia ini yang abadi.

*****SELESAI*****

Kesimpulan

             Jadi pada intinya cerpen ini menceritakan tentang kegalauan hati seorang remaja yang baru merasakan yang namanya Cinta. Pada awalnya Reni memang pacaran dengan Kasha namun, sejak itu ia merasakan kebingungan dalam hatinya. Karena Kasha bersikap tak seperti yang dia harapkan. Kasha menjadi egois dan selalu merasa bahwa dirinya itu selalu benar.

            Evan pun muncul dan mulai mengisi relung hatinya. Tanpa sadar ia telah menduakan Kasha. Namun, Reni sadar bahwa ia harus cepat mangambil keputusan. Setelah mendapatkan kepastian dalam hati Reni memutuskan tuk meninggalkan Kasha, karena dia sudah mulai gerah.

            Bersama Evan di sampingnya adalah hal yang terindah dalam hidupnya. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Saat perpisahan itu datang Reni mulai ragu dengan hatinya. Apakah ini semua akan berakhir atau apa Reni kan menemukan kebahagiaan itu lagi tapi mungkin bukan bersama Evan. Namun, ada satu kata yang yang di ucapkan Evan yang membuat Reni yakin. “Jika takdir yang memisahkan kita, takdir itu pula lah yang mempertemukan dan menyatukan kita kembali. Yakin lah itu karena hanya keyakinan lah yang harus kita tanam” .

            Maka dari itu kita tidak boleh putus asa dalam bertidak sekecil apapun. Karena jika kita yakin mengerjakan itu semua, Tuhan pasti akan memberikan jalan terbaik bagi lita semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s